Tidak mengherankan kalau eksistensi kedai kopi kian sukses dan tersebar di hampir seluruh penjuru Indonesia, karena yakni tanah air penghasil biji kopi terbesar ketiga di dunia. Kopi Robusta dan Arabika merupakan tipe kopi nusantara yang sering kali diekspor dan familiar di semua dunia. Sebagian negara yang menjadi tujuan utama ekspor kopi tanah air merupakan Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Italia, dan Inggris. Karenanya dari itu, sebagai warga Indonesia, Kita wajib berbangga dan mencintai produk sendiri dengan mengonsumsi sajian kopi Nusantara yang terdiri dari ragam tipe yang tersebar di tiap daerah di negeri ini.
Cari Kopi Lampung Di Kedungcowek
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, Toni L Tobing menerangkan, Provinsi Lampung yakni penyuplai kopi robusta terbesar di Indonesia dengan luas areal perkebunan menempuh 154.168 ha dan produksi 100.000 ton biji kering.
Pun ekspor nasional 40 persen kopi berasal dari Lampung.
Kapasitas kopi robusta di Lampung sungguh-sungguh dikagumi. Malahan kopi robusta Lampung sudah menerima Akta Indikasi Geografis tanggal 13 Mei 2014 lalu, dengan lokasi Masyarakat Indikasi Geografis (MIG) di Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, dan Tanggamus, katanya pula.
Menurutnya, di dunia cuma ada tiga negara penghasil kopi robusta, adalah Indonesia, Vietnam, dan Brazil, sehingga pangsa pasar kopi robusta Lampung masih sangat terbuka lebar di pasar Internasional.
Khasiat Kopi Lampung petik merah
Pada dasarnya kopi yang memiliki khasiat adalah kopi berkwalitas yang dipetik merah matang pada batang pohonnya, umpamanya seperti produk Kopi Merah dari AKL Kopi
Para ilmuwan percaya, kandungan antioksidan dalam kopi mempunyai banyak manfaat.
Cari Kopi Lampung Di Kedungcowek, Melainkan demikian itu.Tidak ditemukan manfaat kesehatan dari kafein yang terkandung dalam kopi.
Penelitian yang turut melibatkan para spesialis dari University of Edinburgh itu mencatat, kopi yang dipanggang adalah campuran rumit lebih dari seribu senyawa bioaktif. Beberapa senyawa mempunyai potensi terapeutik antioksidan, anti-inflamasi, antifibrotik, atau efek antikanker.
Hasil itu didapatkan, setelah menggabungkan temuan dari 201 hasil studi seputar konsumsi kopi.
Ilmuwan menemukan, kopi bisa memberikan manfaat besar bagi dilema penyakit jantung, mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular hingga 15 persen, juga mengurangi kemungkinan kematian pengaruh kardiovaskular hingga 19 persen.
Kopi juga mengurangi risiko kanker hati (34 persen) dan kanker usus (17 persen). Peminum kopi juga lebih rendah kemungkinannya untuk terkena risiko penyakit Parkinson dan (36 persen) dan Alzheimer (27 persen).
Kopi Lampung yang sudah dikenal dunia, semoga selanjutnya mampu menaikkan kualitas tinggi produksi. Bisa dengan meremajakan benih, mengembangkan penemuan, mengolah dan memasarkan hasil panennya. Harapannya, jikalau tetap kerjasama kebun sampai ke meja seduh akan melajukan senyum petani dan penggemar kopi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar