Selasa, 24 April 2018

Sejarah Kopi Lampung Terkenal

AKL Merek Kopi Lampung Terkenal di Tanjung Karang Barat
Semenjak lima tahun yang dulu, popularitas usaha kopi di Lampung selalu mengalami peningkatan yang tajam, minum kopipun tak menjadi sekedar kebutuhan, ia menjelma sebagai gaya hidup. Bagi beberapa besar masyarakat Lampung, minum kopi adalah seperti pekerjaan yang tidak dapat dilupakan sebelum melakukan aktivitas lainya. Nongkrong di kios kopi menjadi kesepakatan tak tertulis secara turun-temurun dan menjadi budaya dikalangan masyarakat Lampung di Kota hingga Desa.

Sejarah Kopi Lampung Terkenal

Kopi Robusta yakni komponen dari cerita kehidupan yang tidak terpisahkan dari kabupaten Lampung Barat. Ada ribuan masyarakat nya yang meneruskan kultur sebagai petani perkebun kopi robusta. Mereka melewati beraneka pergantian musim dan merasakan jenis kisah hidup di jeda~sela ribuan batang kopi. Buah kopi juga bercerita seperti disimbolkan dalam format jumlah biji kopi sebanyak 24(dua puluh empat) buah dengan daunnya 9 lembar yang bermakna tanggal 24 bulan September sebagai hari jadi kabupaten Lampung Barat.


Sejarah Kopi Lampung

Budidaya kopi di Lampung Barat mengalami kenaikan pesat pada dekade 70an dan 80an. Analisis terhadap kenaikan penggunan lahan, menunjukkan bahwa luas kawasan berhutan di tempat itu menurun cukup tajam pada dua dekade tersebut, merupakan dari 60% pada tahun 1970 menjadi 13% pada tahun 1990 (Ekadinata, 2002). AKL Merek Kopi Lampung Terkenal di Tanjung Karang Barat,Begitupun yang menarik yaitu bahwa penurunan luas kawasan berhutan tersebut diiringi oleh perluasan kebun kopi, malahan di dalam kawasan hutan lindung dan taman nasional. itu, pemekaran hal yang demikian berlangsung seiring "dengan membaiknya harga kopi dunia pada waktu itu (Harga kopi robusta pada tahun 1970 dan 1980 mencapai masing-masing US $3.26 per kg dan US $ 4.12/kg (IBRD/The Word Bank 2003. p 276).

Baca Juga : 

Cari Kopi Lampung Di Kedungcowek



Dalam kelanjutannya, terjadi inovasi sistem budidaya kopi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk migran dari Jawa dan daerah-tempat lain di Provinsi Lampung, di tempat ini. Pada tahun 1920an dengan masuknya daya kerja perempuan suku Jawa guna perawatan kebun kopi, para pembimbing budidaya kopi di Sumberjaya terdorong untuk memperluas kebun kopi dengan bukalahan hutan di Sumberjaya (Benoit et al., 1989). Saat awal tahun 1950an Sumberjaya menjadi tempat target program transmigrasi dari Biro Rekonstruksi Nasional yang memindahkan mantan pejuang perang kemerdekaan dari Jawa Barat (Kusworo, 2000). Penempatan veteran perang ini kemudian ditiru oleh gelombang perpindahan impulsif dari Jawa dan daerah lain di dan sekitar propinsi Lampung. Para veteran perang dan para migran impulsif tersebut memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam pemekaran perkebunan kopi rakyat dan pengembangan tekhnologi budidaya kopi di tempat ini. Seperti umpamanya, teknik menanam kopi yang lebih stabil dengan metode pengelolaan tanah yang lebih bagus (penguasaan gulma dan pemupukan) dan pemeliharaan tanaman kopi (pemangkasan, potong tunas dan lain sebagainya).

Kopi Lampung memang telah tenar, melainkan ada yang perlu diperhatikan.
Hal lain yang mesti menjadi perhatian pemerintah provinsi merupakan bagaimana hasil produksi kopi dikemas dengan baik. Sehingga, kopi Lampung tak cuma memiliki kwalitas rasa yang baik, tapi juga tampilan yang menarik.

Indonesia mempunyai beragam ragam kopi dari Aceh hingga Sulawesi. Agar juga orang-orang tahu kalau Lampung punya kopi yang nikmat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimanakah Cara Seduh Kopi Yang Enak